Daerah

RSUD Gelumbang Diduga Tolak Pasutri Korban Lakalantas, Staff: Ada Yang Lebih Urgent!

Muara Enim – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan diduga menolak untuk menangani Pasangan Suami-Isteri (Pasutri) yang menjadi korban Kecelakaan Lalu-lintas (Lakalantas) pada Senin (1/6/2026).

Seperti diketahui, telah terjadi Lakalantas di lokasi Flyover Gelumbang yang merenggut dua korban sekaligua yang disebut-sebut merupakan pasutri, warga Kelurahan Gelumbang. Pasutri tersebut tewas di lokasi kejadian lantaran tertimpa sebuah truk bermuatan mie instan yang terbalik diduga diakibatkan rem blong.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban pun langsung dibawa ke RSUD Gelumbang untuk dilakukan tindakan medis terhadap korban lakalantas tersebut. Namun sesampainya di RSUD, salah satu staff di UGD RSUD Gelumbang justru menyuruh agar korban dibawa ke rumah duka lantaran keadaan korban yang sudah meninggal dunia.

Akibat dari penolakan tersebut, pihak keluarga pun membawa korban ke UPTD Puskesmas Gelumbang untuk dilakukan tindakan medis yang semestinya kepada jenazah korban.

RSUD Gelumbang Diduga Tolak Pasutri Korban Lakalantas, Staff: Ada Yang Lebih Urgent!
RSUD Gelumbang Diduga Tolak Pasutri Korban Lakalantas, Staff: Ada Yang Lebih Urgent!

“Ya benar, kita lakukan beberapa tindakan medis kepada kedua jenazah. Informasinya ditolak di rumah sakit gelumbang, makanya dibawa kesini,” Ujar salah satu staff UPTD Puskesmas Gelumbang kepada awak media.

Sementara itu, pihak RSUD Gelumbang saat dikonfirmasi media mengatakan bahwa pihak RSUD Gelumbang bukan menolak untuk memberikan tindakan medis. Namun, lantaran kondisi korban sudah meninggal maka pihak RSUD menyarankan agar korban di bawa saja langsung ke rumah duka.

“Bukan kami tolak, tapi kami sarankan. Karena Keluarganya kan sudah mengetahui, jadi sebaiknya dibawa saja langsung ke rumah duka,” Ujar keterangan salah satu staff RSUD Gelumbang saat dikonfirmasi awak media.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu staff RSUD gelumbang lainnya yang mengatakan bahwa saat kedua korban lakalantas dibawa ke RSUD, kondisi IGD sudah ada pasien yang dalam kondisi urgent. “Berhubung di IGD sudah ada pasien yang dalam kondisi urgent, jadi kita dahulukan si pasien dulu, ” Ujarnya.

Atas informasi tersebut, Direktur RSUD Gelumbang dr. M Agung Wijaksana saat dikonfirmasi awak media ini via pesan whatsapp mengatakan bahwa sejatinya tidak ada penolakan dari pihak RSUD terhadap korban lakalantas tersebut.

Namun hanya saja, pada saat yang bersamaan, petugas sedang menangani pasien lain dengan kegawatan jantung sehingga pelayanan dilakukan berdasarkan prioritas triase. Sesuai ketentuan pelayanan kegawatdaruratan, pasien dengan kondisi yang masih memungkinkan untuk dilakukan tindakan penyelamatan menjadi prioritas penanganan. Sementara itu, korban KLL tersebut telah berada dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit (Death on Arrival/DOA).

“Namun demikian, untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh serta memperoleh informasi yang lebih akurat dan objektif, besok kami akan melakukan audit internal dan penelusuran lebih lanjut di lapangan. Hasil penelusuran tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” Jelas dr. Agung. (In/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *