Kepala SDN 23 Gelumbang Diduga Mark Up Dana BOS, Kepsek Tolak Konfirmasi Wartawan
Muara Enim – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah Indonesia yang memberikan bantuan keuangan kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Mengutip dari laman Direktorat Sekolah Dasar, dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan atau biasa disebut dana BOS adalah dana alokasi khusus non fisik untuk mendukung biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan.
Dana BOS sendiri diberikan kepada sekolah-sekolah baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Dana ini digunakan untuk biaya operasional sekolah seperti gaji guru dan karyawan, kebutuhan belajar mengajar seperti buku dan alat tulis, serta keperluan lainnya seperti biaya listrik, air, dan perawatan gedung sekolah.
Namun apa jadinya jika dana yang sebetulnya memiliki manfaat yang besar bagi sekolah itu, justru diduga digunakan untuk keuntungan pribadi, seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 23 Gelumbang, dimana diduga Kepala SDN 23 Gelumbang melakukan Mark Up dan juga melaporkan belanja yang diduga fiktif menggunakan dana BOS.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun awak media dari Forum Pewarta Gelumbang Raya (PGR), ada beberapa item dari realisasi dana BOS tahun 2024 yang dilaporkan oleh pihak SDN 23 Gelumbang ke Dinas Pendidikan Muara Enim dan Kebudayaan diduga Dimark Up, karena nilai barang yang dilaporkan terlalu tinggi jika dibanding harga umum yang beredar di masyarakat.
Namun sayangnya, Kepala SDN 23 Gelumbang Maria Insajuana, S.Pd.SD., saat dikonfirmasi awak media dari PGR pada Kamis (2/10/2025) malah memberikan pernyataan yang berbelit-belit yang sudah tidak substansial dengan kinerja seorang wartawan. “Maaf kami mau minta struktur kalian kalau mau konfirmasi, karena untuk laporan kami,” Ujar Kepsek.
Setali tiga uang, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, Abi Nurwandini, M.Or., saat dikonfirmasi awak media PGR via pesan whatsapp juga tidak merespon dan tidak memberikan jawaban apapun atas dugaan Mark Up Dana BOS di SDN Gelumbang tersebut. (Tim)

